Rabu, 08 Februari 2012

PROPOSAL PERMOHONAN DANAN KONGGRES Ke III HIMERSE-JATIM



 HIMPUNAN MAHASISWA ERMERA SE JAWA TIMUR
(HIMERSE-JATIM)
PANITIA PENYELENGGARAN KONGGRES KE III
Sekretariat : Jl. Tlogo Mas Gg 7 No 12 Malang




 

No                   : 01/Pan.Pel/HIMERse-JATIM/II/2012
Lampiran         : 1 bandel proposal
Perihal             : Proposal Permohonan Dana Konggres
                                                                                    Kepada Yth .............................
                                                                                    Di
                                                                                                            Tempat
                        Dengan hormat,
            Sehubungan dengan kegiatan Konggres ke III Himpunan Mahasiswa Ermera se Jawa Timur, yang akan diadakan di Malang Jawa Timur maka kami selaku Panitia Penyelenggara Konggres acara tersebut ingin mengajukan permohonan dana ini agar sudih kiranya untuk membantu kami dalam mengsukseskan kegiatan konggres ke III tersebut.
            Meningat minimnya anggaran yang dikumpulkan oleh seluruh anggota HIMERSEJATIM, maka kami berinisiatif  untuk menyampaikan Proposal Permohonan Dana ini kepada semua jajaran kepemerintahan, perusahaan swasta, serta semua alumni HIMERSE-JATIM guna memperlancarkan dan mengsukseskan kegiatan konggres tersebut.
            Atas bantuan serta dukungan dari semua pihak tidak lupa kami selaku panitia penyelenggara mengucapkan banyak terima kasih.
Malang, 07 / Feb / 2012
Hormat Kami
    Ketua Panitia                                                              Sekretaris Panitia

(Fredy Neves dos R. Amaral)                                          (Rigoberto B. Martins)
Mengetahui
Ketua HIMERSE-JATIM

(Arsenio Dota Ribeiro Soares)

VISI dan MISI

VISI

Terwujudnya HIMERSE-JATIM sebagai wadah pengembangan intelektualitas Mahasiswa Ermera agar mampu berpikir kritis, berkepribadian matang dan berwawasan luas, serta diharapkan mampu menyiapkan generasi muda Ermera yang Visioner dan kreatif dalam membangun Timor- Leste khususnya Distrik Ermera

MISI

Membentuk suatu kebersamaan mahasiswa Distrik Ermera dengan mahasiswa Timor Leste dari Distrik lain agar dapat menampung ide dan gagasan yang bersifat kritis dan membangun


             I.      PENDAHULUAN
            Segala puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang senangtiasa menemani serta memberi kita hikmat dan Karunia, sehingga bisa bertemu kembali dalam acara Konggers Ke III Himerse-jatim. Tidak terasa satu tahun telah berlalu dengan banyak kendala yang dihadapi oleh organisasi dan Penggurus sendiri,  Menjadi tua adalah kepastian menjadi dewasa adalah pilihan sehingga semua generasi memiliki eksitensi tersendiri. Tuntutan perubahan tidak saja berasal dari Internal namun juga Eksternal, Oleh karena itu mengaktualisasikan  Himersejatim  guna mencapai visi dan misi adalah penting. 
            Dalam Anggaran Rumah Tangga atau ART Himerse-jatim pada BAB VI. SYARAT KEPENGGURUSAN dan PASAL 7 Ayat 3 ”masa jabatan dewan pimpinan organisasi adalah satu tahun.”
            Dalam kesuksesan sebuah organisasi pasti  ada tantanggan  yang menyelimuti. Banyak tantanggan sudah kami hadapi dengan kemenagan . Tapi untuk  tantanggan yang satu ini, kami   Komisi Penyelenggara Konggres Ke III sangat membutuhkan uluran tanggan bapak ibu sekalian untuk kita sama –sama menaklukannya. Harapan kami selaku panitia kongress ke III  Mengwujudkan visi dan misi Himersejatim merupakan tujuan esensial. Dengan demikian pihak yang mendapatkan Proposal ini sudinya memberikan jawaban sebagaimana mestinya  demi menyukseskan Kongres  ini. Akhir kata kami selaku Panitia Penyelenggara Kegiatan konggres Ke III Himersejatim mengucapkan banyak terima kasih.
              
          II.      TUJUAN KONGGRES
Adapun tujuan dari kegiatan Konggres Ke III ini:
1.      Memupuk kembali tali persaudaraan antara semua anggota yang berada di wilayah Jawa - Timur (Surabaya, Malang, Kediri).
2.      Merevisi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga atau AD/ART Himpunan Mahasiswa Ermera Sejawa Timur (HIMERSE-JATIM).
3.      Menetapkan AD/ART.
4.      Menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban oleh Penggurus lama.
5.      Orasi dan kampanye oleh calon-calon ketua baru, kemudian menuju Pemilhan ketua baru. 
6.      Cerimoni Pelantikan dan Makan bersama.

       III.      TEMA UMUM
            Berdasarkan latar belakang dan tujuan yang telah diuraikan .Maka kegiatan Konggres ke III HIMERSE-JATIM ini bertemakan:
“LORON OHIN HANESAN CHAVE BA LORON ABAN BAIN-RUA”

       IV.      SASARAN KONGGRES
            Sasaran dari kegiatan konggres ini adalah semua anggota yang berada di wilayah Surabaya, Malang, dan Kediri guna mempererat tali persaudaraan antar sesama anggota HIMERSE-JATIM

          V.      PESERTA KONGGRES
Peserta konggres Ke III ini dihadiri oleh :
1.      Alumni serta Penasehat Organisasi, berjumlah 6 orang.
2.      Anggota HIMERSE-JATIM (Surabaya, Malang, dan Kediri). Menghadirkan sekitar 60 orang.
3.      Tamu Undangan :
Ø  Klibur Oan Timor Tribhuwana (KOTITMA), hadirkan 2 orang
Ø  UESLA (Viqueque), hadirkan 2 orang
Ø  IMATIL-Kediri, hadirkan 2 orang
Ø  UNESTIL-Surabaya, hadirkan 2 orang
Ø  HIMER-Y Jogja, hadirkan 2 orang
4.      total peserta konggres Ke III : 76 orang.

       VI.      JAJARAN KEPANITIAAN
Terlampir 1

    VII.      SUSUNAN ACARA
Terlampir 2

 VIII.      RANCANGAN ANGGARAN BIAYA
Terlampir 3

       IX.      PENUTUP
            Demikian proposal permohonan dana Konggres Ke III ini kami sampaikan, kepada Jajaran kepemerintahan, perusahaan swasta, serta semua alumni HIMERSE-JATIM, yang telah memberikan dukungan berupa moral dan materil guna memperlancarkan dan mengsukseskan kegiatan konggres ini.
            Dari lubuk hati kami yang paling dalam, tidak lupa kami selaku Panitia Penyelenggara mengucapkan banyak terima kasih.
Malang 07 Februari 2012
Hormat Kami

Ketua Pelaksana                                                Sekretaris Pelaksana

(Fredy Neves dos R. Amaral)                               (Rigoberto Borromeu Martins)
Mengetahui
Ketua Umum HIMERSE-JATIM

(Arsenio Dota Ribeiro Soares)


Lampiran 1
JAJARAN PANITIA PELAKSANAAN KONGGRES Ke III
HIMERSE-JATIM PERIODE ( 2012 – 2013)

Penanggungjawab
Himpunan Mahasiswa Ermera Se Jawa Timur (HIMERSE-JATIM)
Selaku organisasi induk

Ketua Panitia                          : Fredy Neves Dos Reis Amaral
Sekretaris                                : Rigoberto Borromeu Martins
Bendahara                               : 1. Lucas
                                                  2. Arnaldo Correia

SEKSI- SEKSI
Seksi HUMAS
  1. Crisanto do Carmo
  2. Jaime
Seksi PERLENGKAPAN
  1. Anselmos das Neves
  2. Alberto Ximenes
  3. Rosalino
Seksi ACARA          
  1. Nicolau Martins
  2. Teja Maia
Seksi PUB dan DOK
  1. Eligiario P. Fernando
  2. Victor da Costa
Seksi KONSUMSI
  1. Clotilde Salsinha
  2. Gelmira Colo Amaral
  3. Isau Martins
Steering Comite
  1. Julio Soares Pereira
  2. sebastião A. de Deus
  3. Julio de Deus
KORDINATOR WILAYAH
            Surabaya         : Paulo Diaz (Ketua HIMERS)
            Malang             : Abrão Xavier (Ketu HIMERMAL)
            Kediri              : Eugenio da Costa (Ketua HIMERKE)

Lampiran 2

JADWAL KEGIATAN KONGGRES Ke III HIMERSE-JATIM

Konggres Ke III Himpunan Mahasiswa Ermera Se Jawa  Timur  dilaksanakan pada:
            Hari                 : Jumat-Minggu
            Tanggal           : 02-04 Maret 2012
            Tempat            : Malang/Batu (Villa Putih)
TERLAMPIR



Lampiran 3

RANCANGAN ANGGARAN BIAYA KONGGRES Ke III
HIMERSE-JATIM



1)      Seksi HUMAS                        : Rp.    250.000
2)      Seksi PERLENGKAPAN      : Rp. 2.500.000
3)      Seksi ACARA                        : Rp.       50.000
4)      Seksi PUB dan DOK             : Rp.    250.000
5)      Seksi KONSUMSI                 : Rp. 4.100.000
6)      Steering Comite                      : Rp.     500.000
        Total                                     : Rp. 7.850.000

CONTACT PERSON
1.      ARSENIO DOTA RIBEIRO SOARES
No Hp : +6285331673933
e_mail : : himersejatim@yahoo.co.id (Facebook : HIMERSE-JATIM)
No. Rek : 1440009131639
2.      FREDY NEVES DOS REIS AMARAL
No Hp : +6281354953568
e_mail : nevesfredy@yahoo.co.id (Facebook : Amaral Fredy)
3.      LUCAS DACRUZ
No Hp : +6281217710301
e_mail : dacruzlukas@yahoo.com (Facebook : Lukas Ol)
*

Selasa, 31 Januari 2012

TUGAS MANDIRI AKHIR SEMESTER

Nama                   : Fredy Neves Dos Reis Amaral
Nim                       : 2010210019
Fk/prodi               :FISIPOL / Adm. Negara 
JAWABAN...

1.      Administrasi dalam arti sempit adalah pekerjaan kantor / tata usaha ketata usahaan (clirecal work) dan( to serve) melayani, dan dalam arti yang lain dikenal baik sebagai ilmu maupun sebagai seni yang dilaksanakan oleh administrator public / leader / manager.

a)      Jelaskan hakekatnya ?
Ø  Istilah “Administrasi”Administrasi merupakan statu proses yang dinamis dan berkelanjutan, yangdigerakkan dalam rangka mencapai tujuan dengan cara memanfaatkan secara bersamaorang dan material melalui koordinasi dan kerja sama. Administrasi sebagai proses dimana keputusan dan kebijakan diimplementasikan.
Ø  Istilah “Asministrasi Publik”Menurut Chandler dan Plano (1988: 29-30), administrasi publik adalah prosesdimana sumber daya dan personel publik diorganisir dan dikoordinasikan untuk memformulasikan, mengimplementasikan, dan mengelola (manage) keputusan-keputusan dalam kebijakan publik. Kedua pengarang tersebut juga menjelaskan bahwaadministrasi publik merupakan seni dan ilmu (art and science) yang ditujukan untuk mengatur public affairs dan melaksanakan berbagai tugas yang telah ditetapkan. Dansebagai suatu disiplin ilmu, administrasi publik bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah publik melalui perbaikan atau penyempurnaan terutama dibidang organisasi,sumber daya manusia dan keuangan.
b). Apa saja sumber daya yang dapat dioptimalkan sehingga efektif,   efisien dan rasional, jelaskan singkat ?
Ø  Perencanaan
Ø  Pengorganisasian
Ø  Pengalokasian staf
Ø  Pengarahan
Ø  Pengawasan
Ø  Tantangan
Ø  Kualifikasi
c). Apa saja kendalanya dan bagaimana solusinya ?
Ø  Isu administrasi Publik yang muncul sejak lahirnya peradaban manusia dicoba untuk dipecahkan atau dicarikan solusinya oleh para pakar/ahli Administrasi Publik. Munculnya berbagai teori atau pendekatan mencoba untuk menawarkan solusi dari isu atau permasalahan yang ada. Berdasarkan teori dan pendekatan tersebut para pakar terjun langsung untuk ambil bagian dalam bentuk penelitian/riset terhadap kondisi yang ada di lapangan. Dan hasil riset itu diharapkan menjadi kontribusi nyata untuk menjadi solusi bagi permasalahan yang terjadi. Hingga saat ini, isu-isu administrasi publik yahg terjadi, baik isu-isu yang lama maupun isu-isu baru selalu muncul karena tuntutan publik untuk mendapat pelayanan yang lebih baik dari Administrasi Publik.
Ø  Berdasar berbagai kajian, tulisan, penelitian, artikel, dan pendapat dari berbagai pakar Administrasi Publik, dapat ditelusuri betapa banyak isu-isu Administrasi Publik yang masih menunggu untuk di klarifikasi, diteliti, dianalisis, dikaji secara ilmiah, dan dicarikan solusi pemecahannya secara berkesinambungan dan multidisiplin. Tulisan berikut, mencoba untuk mengeksplorasi sejumlah isu-isu yang bisa diangkat dalam konteks Administrasi Publik seiring dengan tuntutan masyarakat dan paradigma Administrasi Publik.
2.      Pada dasarnya fungsi Leader dalam organisasi dituntut mampu mengendalikan menyusun Sistem dan Prosedur Administrasi Perkantoran dengan dasar Etika ber Organisasi dan Etika Memimpin.
Tugas:
a)      Jelaskan makna konsep tersebut di atas ?
Kepemimpinan boleh didefinisikan sebagai suatu proses yang kompleks di mana dengannya seseorang itu (pemimpin) mempengaruhi orang-orang lain (pengikut) melaksanakan dan menyempurnakan misi, tugasan, atau objektif-objektif dan dengan itu membawa organisasi menjadi lebih jelekit dan bersepadu. Seseorang pemimpin itu melakukan proses ini dengan mengaplikasikan sifat-sifat kepemimpinan dirinya iaitu kepercayaan, nilai, etika, perwatakan, pengetahuan, dan kemahiran-kemahiran yang dimilikinya. Sungguhpun kedudukan anda sebagai seorang 'pengurus' (Guru Besar?), penyelia, ketua dan sebagainya; memberikan anda 'kuasa' melakukan tugas dan objektif tertentu organisasi, ketahuilah 'kuasa' ini tidak menjadikan anda seorang 'pemimpin'...ia hanya menjadikan anda seorang 'boss'. Kepemimpinan menjadikan orang lain mahu mencapai matlamat-matalamat dan objektif-objektif yang tinggi, sementara sebaliknya boss mengarah orang menyempurnakan objektif dan tugasan.
Semua ini terletak di bawah apa yang digelar Kerangka Kepemimpinan:
Ø  Jadi seorang profesional. Contohnya setia kepada organisasi, berkhidmat tanpa pentingkan diri, dan bertanggungjawab.
Ø  Jadi seorang profesional yang punyai ciri-ciri perwatakan yang baik. Contohnya kejujuran, ketrampilan, lurus, komitmen, integriti, keberanian, berterus-terang dan imaginasi.
Ø  Tahu empat faktor kepemimpinan -- pengikut, ketua, komunikasi dan situasi.
Ø  Tahu (kenali) diri sendiri,. Contohnya kekuatan dan kelemahan diri, pengetahuan dan kemahiran.
Ø  Tahu sifat manusia. Contohnya kepada keperluan manusia dan emosi, dan bagaimana manusia bertindakbalas terhadap stress.
Ø  Tahu kerja anda. Contohnya mahir dan pakar serta mampu melatih orang-orang lain.
Ø  Tahu organisasi anda. Seperti tahu ke mana hendak mendapatkan bantuan, iklim dan budayanya, serta tahu siapa pula 'pemimpin-pemimpin tak rasmi' dalam organisasi.
Ø  Sediakan halatuju: penentuan matlamat, penyelesaian masalah, membuat keputusan dan merancang.
Ø  Melaksanakan: komunikasi, penyelarasan, penyeliaan dan penilaian.
Ø  Memotivasi: mampu membina morale dan semangat kekitaan di dalam organisasi, melatih dan membimbing serta memberikan kaunseling.

b)     Apa/bagiamana hipotesis Etika, Organisasi dan Kepemimpinan dalam Sistem dan Prosedur Administrasi Perkantoran agar efektif ?
System dan prosedur administrasi perkantoran adalah langkah-langka pelaksanaan pekerjaan yang sistematis yang berkaitan dengan apa, mengapa, bilamana, dimana, kapan suatu pekerjaan itu dilaksanakan. Sistem dan prosedur Perkantoran yang baik memiliki dampak:
Ø  Pekerjaan menjadi lebih sederhana, efektif, efiaien, responsive, dan akuntabel.
Ø  Mudah melakukan pemantauan, pengawasan dan pengendalian, karena telah didukung oleh spesialisasi, kompetensi, atau profesionalisme masing-masing individu.
Ø  Terjadinya koordinasi yang integrative antar bagian atau individu yang satu dengan yang lain, dan saling membantu dalam pemecahan masalah yang dihadapi.
Ø  Telah terjadi proses pendidikan dan latihan secara berkelanjutan atau kaderisasi hingga menuju tingkat kematangan yang tinggi.
Ø  Penguasaan sarana dan prasarana administrasi perkantoran yang baik yang didukung oleh Informasi Teknologi (IT).
c)      Apa tantangan atau hambatan untuk menjadikan Kantor sebagai rumah kedua ?
Tantangan atau hambatan untuk menjadikan kantor sebagai rumah kedua: Menurut saya: pertama, jika belum berkeluarga(punya istri dan anak) hambatannya menjadikan kantor sebagai rumah kedua adalah tidak banyak waktu untuk santai,jalan-jalan,diam dirumah sendiri,dan berkumpul bersama keluarga,  setelah pekerjaan selesai dikantor. Kedua, jika sudah berkeluarga: biasanya banyak pekerja kantor mengalami kerusakan keluarga gara-gara menomor duakan kantor, suami jarang dirumah akibatnya sang istripun tidak senang sendirian dirumah. Sang ayah kurang memperhatikan anak karena terlalu focus pada pekerjaan kantor. Sang istri pulang kemalaman dari kantor, sehingga sanga ayah pun tidak suka dengan tindakan seperti itu.

3.      Pada akhirnya setiap diri yang terlibat dalam Organisasi juga akan terlibat dalam Administrasi Perkantoran, baik dia sebagai pemimpin formal maupun pemimpin sesaat. Untuk itu latar belakang / motivasi dalam Pengambilan Keputusan yang berdemensi pada Kebijakan Publik menjadi sangat bermakna.
Tugas:
a.)    Jelaskan hakekat konsep tersebut dengan Paradigma Analisis Metta Administration ?
Metta adalah sikap melindungi dan kesabaran yang luar biasa dari seseoarng yang sedang menjalani masa-masa kesulitan, metta juga mencakup sikap ingin memberi yang terbaik kepada orang lain maupun yang diberikan oleh orang lain kepada kita. Jadi paradigma analisis metta administrasi merupakan terlepas dari hasil yang luar biasa, dewasa ini metta amat dibutuhkan sebagai jawaban atas banyak permasalahan. Didalam dunia yang semakin bergejolak ini, tindakan,kata-katadan pemikiran yang disadari oleh meta itu sendiri.
b.)   Jelaskan 3 (tiga) unsur yang dominan dengan Pendekatan Metta Leadership?
Ø  Tindakan
1. Integritas.
Integritas adalah melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang anda katakan akan anda lakukan. Integritas membuat anda dapat dipercaya. Integritas membuat orang lain mengandalkan anda. Integritas adalah penepatan janji-janji anda.Satu hal yang membuat sebagian besar orang enggan mengikuti anda adalah bila mereka tak sepenuhnya merasa yakin bahwa anda akan membawa mereka menuju ke tujuan yang anda janjikan. Apakah anda dikenal sebagai seseorang yang mempunyai integritas? Bila ya, maka anda layak menjadi seorang pemimpin yang luar biasa.
2 Optimisme.
 Takkan ada orang yang mau mengikuti anda bila anda memandang suram masa depan. Mereka hanya mau mengikuti seseorang yang bisa melihat masa depan dan memberitahukan pada mereka bahwa di depan sana terbentang tempat yang lebih baik, dan mereka dapat mencapai tempat itu. Apakah anda melihat gelas itu separuh kosong? Bila ya, anda adalah seorang pesimis. Apakah anda melihat gelas itu separuh berisi? Bila ya, anda adalah seorang optimis.
3. Menyukai perubahan.
Pemimpin adalah mereka yang melihat adanya kebutuhan akan perubahan, bahkan mereka bersedia untuk memicu perubahan itu. Sedangkan pengikut lebih suka untuk tinggal di tempat mereka sendiri. Pemimpin melihat adanya kebaikan di balik perubahan dan mengkomunikasikannya dengan para pengikut mereka. Jika anda tidak berubah, anda takkan tumbuh. Apakah anda anda dikenal sebagai seseorang yang memicu perubahan? Jika ya, anda layak menjadi seorang pemimpin yang luar biasa.
4. Berani menghadapi resiko.
Kapan pun kita mencoba sesuatu yang baru, kita mengambil resiko. Keberanian untuk mengambil resiko adalah bagian dari pertumbuhan yang teramat penting.Kebanyak orang menghindari resiko. Karena itu, mereka bukan pemimpin. Para pemimpin menghitung resiko dan keuntungan yang ada di balik resiko. Mereka mengkomunikasikannya pada pengikut mereka dan melangkah pada hari esok yang lebih baik. Apakah anda dikenal sebagai seorang yang berani mengambil resiko? Jika ya, anda layak menjadi seorang pemimpin yang luar biasa.
5. Ulet.
Kecenderungan dari pengikut adalah mereka menyerah saat sesuatunya menjadi sulit. Ketika mereka mencoba untuk yang ke dua atau ke tiga kalinya dan gagal, mereka lalu mencanangkan motto, “Jika anda gagal di langkah pertama, sudahlah menyerahlah dan lakukan sesuatu yang lain.” Jelas saja mereka melakukan itu, karena mereka bukan pemimpin. Para pemimpin itu tahu apa yang ada di balik tembok batu, dan mereka akan selalu berusaha menggapainya. Lalu mereka mengajak orang lain untuk terus berusaha. Apakah anda dikenal sebagai seseorang yang ulet, tangguh, dan berdaya tahan tinggi? Jika ya, anda layak menjadi seorang pemimpin yang luar biasa.
6. Katalistis.
Seorang pemimpin adalah seseorang yang secara luar biasa mampu menggerakkan orang lain untuk melangkah. Mereka bisa mengajak orang lain keluar dari zone kenyamanan dan bergerak menuju tujuan mereka. Mereka mampu membangkitkan gairah, antusiasme, dan tindakan dari para pengikut. Apakah anda dikenal sebagai seseorang yang mampu menggerakkan orang lain? Jika ya, anda layak menjadi seorang pemimpin yang luar biasa.
7. Berdedikasi/komit.
Para pengikut menginginkan seseorang yang lebih mencurahkan perhatian dan komit ketimbang diri mereka sendiri. Pengikut akan mengikuti pemimpin yang senantiasa bekerja dan berdedikasi karena mereka melihat betapa pentingnya pencapaian tugas-tugas dan tujuan. Apakah anda dikenal sebagai seseorang yang komit dan senantiasa mencurahkan perhatian anda pada tujuan? Jika ya, anda layak menjadi seorang pemimpin yang luar biasa.
Ø  kata-kata
Ada sangat banyak konsep, teori, opini, paradigma, tentang kepemimpinan. Semuanya sangat menakjubkan, bervariasidan kadang bertentangan satu sama lain. Meskipun selalu ada saja persamaannya. Diantara persamaan ini adalah bahwa -dengan berbagai alasannya- kepemimpinan itu adalah sesuatu yang penting.Sepertinya tidak lengkap suatu pembahasan tentang sejarah, politik, organisasi, bisnis, entrepreneurship, bahkanpendidikan, tanpa membahas tentang kepemimpinan.
Pemikira Seorang pemimpin pemikiran adalah orang yang mengidentifikasi tren, tema umum dan pola dalam industri tertentu atau area fungsional keahlian untuk membantu orang lain mengidentifikasi peluang baru atau solusi untuk pertumbuhan. Kebanyakan orang percaya bahwa kepemimpinan berpikir hanya untuk eksekutif senior. Di tempat kerja tradisional, ini masih terjadi. Namun, di tempat kerja baru di mana berbagi ide disambut terlepas dari hierarki atau peringkat, setiap karyawan dapat menjadi pemimpin berpikir. Dalam dunia bisnis saat ini, karyawan yang paling relevan adalah memulai percakapan – dan menguntungkan baik individu dan korporasi.
c.)    Kritisi Standar Penampilan Pribadi (Grooming) bilamana Keputusan yang diambil harus Benevolent Autocrat ?
Benevolent Autocrat/Otokratis yang baik. Gaya ini memberikan perhatian yang maksimum pada tugas, dan perhatian minimum terhadap hubungan kerja. Menejer ini mengetahui secara tepat apa yag ia inginkan dan bagaimana memperoleh yang diiinginkn tersebut tanpa mnyebabkaan keseganan dipihak lain. Pengambilan sebuah keputusan yang berdimensi pada Kebijakan Publik dan itu harus dihadapi dengan bijaksana dan etika seorang pemimpin dalam mengambil sebuah keputusan. Dan jika keputusan itu yang diambil harus Benevolent Autocrat.
4.      Tugas anggota organisasi mulai dari Top Leader hingga Follower adalah memberikan Pelayanan Publik  (Excellent Services/Customer Care) atau Pelayanan Prima dengan sebaik-baiknya bagi yang membutuhkan baik bersifat Vertikal maupun Horizontal sehingga tercipta Good Organization dan Good Governance.
Tugas:
a)      Kritisi makna konsep tersebut di atas saudara sebagai Cendekiawan yang Akuntable !
Tujuan pendirian Negara Republik Indonesia, seperti tertuang dalam Pembukaan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, antara lain adalah untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Amanat tersebut mengandung makna negara berkewajiban memenuhi kebutuhan setiap warga negara melalui suatu sistem pemerintahan yang mendukung terciptanya penyelenggaraan pelayanan yang prima kepada masyarakat dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar dan hak sipil setiap warga negara atas barang publik, jasa publik, dan pelayanan administrative. Dalam pemahaman teori Governance teori yang mencoba menjelaskan secara makro proses-proses perubahan dalm kepemerintahan, krisis ini disebabkan oleh masih kuatnya hegemoni Negara, ditandai oleh dominannya pengaruh Negara atas segala aspek kehidupan, termasuk urusan pelayanan public (yang dari waktu ke waktu  semakin kompleks). Akibatnya, Negara terjebak dalam situasi dilematis, menjadi terlalu besar untuk urusan-urusan kecil, menjadi terlalu kecil untuk urusan-urusan yang besar.  Akar persoalannya, masih menurut teori Governance, terletak pada model pemerintahan yang kini berlaku, dengan cirri khasnya antara lain, struktur yang vertical, birokrasi yang kental dan intervensions. Model pemerintahan (tradisional) seperti ini ternyata tidak mampu mengadaptasikan dirinya dengan lingkungan ekonomi, sosial dan cultural yang sedang mengalami perubahan yang cepat (lihat kazaneigil, 1998). Mengahadapi situasi semacam itulah, menurut saya, amat dperlukan keputusan politik dari pihak Negara /pemerintah untuk secara serius dan konsisten mereformasi model pengorganisasian pelayanan publiknya.
b)     Dengan konsep tersebut dapatkah pengembangan karier (cereer development) pegawai apakah dapat berjalan efektif ?
Menurut hemat saya, dengan konsep tersebut pengembangan karier pegawai dapat berjalan efektif. Rasionalisasi saya, memang benar bahwa setiap anggota organisasi baik Top Leader maupun Follower berkewajiban memberikan pelayanan prima bagi yang membutuhkannya, hubungan antara top leader dan follower dan situasi lingkungan serta kejujuran harus diperhatikan secara baik oleh setiap anggota organisasi, agar tercipta Good Organization dan Good Governance.
c)      Berikan advocasi jod grading, agar link and match agar good and good.
Untuk memperlancar kinerja kariawan atau pegawai harus ada job griding guna mengatur dan mengarahkan pekerjaan pegawai.




Senin, 11 Juli 2011

Jawaban Etika dan filsafat kepemimpinan dan Kepemimpinan pelayanan publik dan pembangunan daerah

1). Pada umumnya kehidupan manusia merupakan kehidupan sosial, sehingga dalam kehidupan sehari hari   adanya siklus sosial atau tantangan sosial. Untuk mengatasi masalah sosial tesebut maka seorang manusia (mahasiswa) harus melibatkan diri dalam kehidupan berorganisasi guna mempunyai sedikit sebagaimana caranya untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi, demi kehormonisan kehidupan sosial maka dalam kelompok/organisasi/perusahaan harus ada seorang pemimpin yang mana merupakan salah satu faktor untuk menyelesaikan masalah tersebut. Dengan kata lain kita memerlukan seorang Leader maka denga Leadershipnya maka kita akan dibimbing untuk bisa menyelesaikan masalah dengan orang/pihak lain.
      Manfaat-manfaat seorang leader dalam kehidupan berorganisasi adalah untuk membina serta memberi arah terhadap bawahannya. Dengan ini ada dua manfaat kepemimpinan antara lain: 
  • Manfaat kekuasaan formal: cara yang paling mudah untuk memimpin, walaupun bukan yang paling efektif. Karena apabila tidak ada perintah yang dijalankan atau dijalankan tetapi kurang maksimal oleh bawahan maka bawahan tesebut akan dikenai sangsi yang berlaku pada sebuah organisasi/perusahaan. 
  • Manfaat kekuasaan In-formal: kuasaan yang didapat oleh seorang pemimpin karena memeliki kelebihan sesuia dengan norma dan nilai terhadarp seorang leader untuk menjalankan leadershipnya.         IQ (akal) pencerahan intelektual, dimanifestasikan oleh ”VISI” mencakup lima koponen utama:
  1. Keteladanan 
  2. Perspektif jangkah panjang 
  3. Valensi 
  4. Performa 
  5. Inovasi
      Kita membutukkan seorang pemimpin yang sanggup untuk menjunjung tinggi harkat dan maratabt manusia pada umumnya membangkitkan hal-hal terbaik yang ada pada diri invidu seseorangEQ (emosi) pencerahan emosional, dimanifestasikan oleh ”GAIRAH” mencakup lima komponen utama:
      1. Empati
      2. Optimisme
      3. Karakter
      4. Pengendalian
      5. Humor
          SQ (spiritual) pencerahan spiritual, dimanifestasikan oleh ”NURANI” mencakup lima komponen utama:
          1. Iman
          2. Niat & Iklas
          3. Rendah hati
          4. Dipercaya
          5. Berkelimpahan
          ”Seorang leader harus memeliki pencerahan-pencearahan agar kepemimpinannya berjalan dengan baik, sehingga proses pengambilan keputusan harus sesuai denga kehendak masyarakat, supaya tidak adanya des-harmonisasi dalam hal Gender, HAM, dalam pembangunan yang baik untuk menuju ke masyarakat madani”.

          2). Sebagai seorang calon leader dimasa yang akan datang dan saya diharapkan untuk menjadi seorang ”agent of change adn development” atau agen perubahan dan pembangunan, ini merupakan sebuah kepercayaan yang diberikan oleh pihak lain untuk diri seseorag untuk menjadi seorang pemimpin guna melakukan sebuah perubahan tehadap organisasi dan berbijaksana mengambil keputusan serta mencintai bawahannya, seperti yang kita ketahui bahwa filsafat merupakan awal dari cinta dan bijak yang mendefinisikan sebagai berikut:
                 Philo = cinta            
          Sophia = bijaksana
          Yang artinya bahwa filsafat merupakan ”cinta kebijksanaan”. Sehingga seorang pemimpin harus mengerti, mencintai, serta berbijaksana terhadap sesama manusia terutama bawahannya. Kepemimpinan dan etika publik merupakan sebuah aturan atau norma yang mengontrol juga segaligus mengarahkan seorang pemimpin untuk menjalankan tugasnya, etika kepemimpinan dan pelayanan publik meliputi:
          1. Etika
          2. Filsafat
          3. Pelayanan Publik
          4. Pembangunan
          5. Issu
          6. Kompetensi
                      Dengan keenam point tersebut maka:Filsafat bertujuan untuk memberi wawasan kebijaksanaan terhadap keputusan yang diambil oleh seorang pemimpin.
          §  Yang saya ketahui bahwa filsafat merupakan sejarah ilmu yang ruang lingkupnya tidak ada batasnya.
          §  Seorang leader harus mengerti apa itu filsafat karena banyaknya karakter kepemimpinan serta serta filsuf-filsuf masa lalu.
          §  Saya sangat yakin karen itu berdasarkan pada sejarah perkembangan filsafat, karena ajaran filasat hanya pada kebaikan dan kebijaksanaan.
          §  Kebenaran filsafat telah diuji secara ilmiah, sehingga filasafat telah melahirkan banyaknya teori-teori kepemimpinan.
          3). Dari kesekian gaya kepemimpina yang ada, saya sangat tertarik dengan gaya kepemimpinan DEMOKRASI karena dari faktor style ini didukung oleh suatu kesadaran bahwa kepemilikan power sangat terbatas dan adanya kelompok penentang, dan waktu kepemimpinan demokrasi juga sangat terbatas serta tidak mudah untuk memberikan sangsi kepada bawahan yang kinerjanya kurang baik. Ada dua segi kepemimpinan demokrasi meliputi:
          ·         segi pengikut memang menghendaki pemberian otoritas terhadap para profesional serta mempunyai kebutuhan sosial yang tinggi.
          ·         Segi situasi kerja diperlukan adanya rasa tanggungjawab bersama, kordinasi dan kerja team.
          v  Kebikan kepemimpinan demokrasi, memberikan kekbeasan terhadap bawahan untuk menyampaikan aspirasi dan menginspirisakan  terhadap pemimpin dalam konteks ini semua yang terlibat dalam organisasi memliki hak untuk bebicara agar supaya adanya kontak antara atasan dan bawahan.
          v  Keburukan kepemimpinan demokrasi, dengan keputusan yang kurang seimbang dari atasan maka akan ada protes/demonstarsi dari pihak bawahan, karena semua keputusan tidak berdasarkan kebijaksanaan pemrusahaan, dengan ini seorang leader akan dituntut oleh bawahannya.
          v  Apakah saya harus melangkah dengan cara itu....?
                YA...saya harus melangkah dengan pilihan saya sendiri, karena lngkah ini            merupakan langkah yang paling tepat untuk mengambil keputusan secara
                seimbang.
          v  Bagaimana saya harus melangkah...?
                Dengan cara bekerja sama antara atasan dan bawahan sehingga sema        langkah/keputusan harus teliti bersama agar tidak munculnya   ketidakharmonisan, dengan kata lain ”banyak jalan menuju ke roma”

          4). Kepemimpinan banyak yang memiliki karakter kepemimpinan. Ada 3 hal penting dalam metode kepemimpinan, yaitu :
          v  Kepemimpinan yang efektif dimulai dengan visi yang jelas. Visi ini merupakan sebuah daya atau kekuatan untuk melakukan perubahan, yang mendorong terjadinya proses ledakan kreatifitas yang dahsyat melalui integrasi maupun sinergi berbagai keahlian dari orang – orang yang ada dalam organisasi tersebut. Bahkan dikatakan bahwa nothing motivates change more powerfully than a clear vision.
          v  Visi yang jelas dapat secara dahsyat mendorong terjadinya perubahan dalam organisasi. Seorang pemimpin adalah inspirator perubahan dan visioner yaitu memiliki visi yang jelas kemana organisasinya akan menuju.
          v  Ada 2 aspek mengenai visi, yaitu visionary role dan implementation role. Artinya seorang pemimpin tidak hanya dapat membangun atau menciptakan visi bagi organisasinya tapi memiliki kemampuan untuk mengimplementasikan visi tsb ke dalam suatu rangkaian tindakan atau kegiatan yang diperlukan untuk mencapai visi itu.
          v  Seorang pemimpin yang efektif adalah seorang yang v responsive. Artinya dia selalu tanggap terhadap setiap persoalan, kebutuhan, harapan, dan impian dari mereka yang dipimpin. Selain itu selalu aktif dan proaktif dalam mencari solusi dari setiap permasalahan ataupun tantangan yang dihadapi.
          v  Seorang pemimpin yang efektif adalah v seorang pelatih atau pendamping bagi orang – orang yang dipimpinnya (performance coach). Artinya dia memiliki kemampuan untuk menginspirasi, mendorong dan memampukan anak buahnya dalam menyusun perencanaan (termasuk rencana kegiatan, target atau sasaran, rencana kebutuhan sumber daya, dsb), melakukan kegiatan sehari – hari seperti monitoring dan pengendalian, serta mengevaluasi kinerja dari anak buahnya.

          5). Conditio sine qua non dalam bahasa Latin menurut kamus hukum edisi lengkap adalah syarat mutlak atau dalam bahasa Inggris disebut “Absolute (ly) condition” yang menyatakan bahwa suatu syarat mutlak harus dicantumkan atau dinyatakan untuk menguatkan atau menetapkan sesuatu perjanjian itu berlaku. Penerapan teori Conditio sine qua non yang dicetuskan oleh Von Burie kemudian menjadi tren dalam menetapkan satus tersangka pidana pembunuhan. Conditio sine qua non dalam bahasa Latin menurut kamus hukum edisi lengkap adalah syarat mutlak atau dalam bahasa Inggris disebut “Absolute (ly) condition” yang menyatakan bahwa suatu syarat mutlak harus dicantumkan atau dinyatakan untuk menguatkan atau menetapkan sesuatu perjanjian itu berlaku. Penerapan teori Conditio sine qua non yang dicetuskan oleh Von Burie kemudian menjadi tren dalam menetapkan satus tersangka pidana pembunuhan.  Dengan penerapan ini apa yang menjadi sebab dari suatu kejadian itu mempunyai hubungan satu sama lain. Sehingga penyidik harus membuktikan bahwa seseorang ditetapkan sebagai tersangka hanya karena adanya suatu sebab yang berhubungan satu sama lain yang menyebabkan timbulnya suatu akibat. Hal ini akan sangat sulit pembuktiannya dalam persidangan karena penyidik harus mampu membuktikan adanya suatu sebab yang cukup wajar yang bisa menyebabkan suatu akibat langsung terhadap suatu kejadian pidana.  

          6). Manusia memiliki kelebihan dibanding dengan mahkluk lain yaitu diberikannya akal ada yang menyebut IQ, EQ,SQ,QQ,
          1. Kecerdasan Intelektual (IQ)
          Orang sering kali menyamakan arti inteligensi dengan IQ, padahal kedua istilah ini mempunyai perbedaan arti yang sangat mendasar. Menurut David Wechsler, inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah, berpikir secara rasional, dan menghadapi lingkungannya secara efektif. Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa inteligensi adalah suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berpikir secara rasional. Oleh karena itu, inteligensi tidak dapat diamati secara langsung, melainkan harus disimpulkan dari berbagai tindakan nyata yang merupakan manifestasi dari proses berpikir rasional itu. sedangkan IQ atau singkatan dari Intelligence Quotient, adalah skor yang diperoleh dari sebuah alat tes kecerdasan. Dengan demikian, IQ hanya memberikan sedikit indikasi mengenai taraf kecerdasan seseorang dan tidak menggambarkan kecerdasan seseorang secara keseluruhan.
          2. Kecerdasan Emosional (EQ)
          EQ adalah istilah baru yang dipopulerkan oleh Daniel Golleman. Berdasarkan hasil penelitian para neurolog dan psikolog, Goleman (1995) berkesimpulan bahwa setiap manusia memiliki dua potensi pikiran, yaitu pikiran rasional dan pikiran emosional. Pikiran rasional digerakkan oleh kemampuan intelektual atau “Intelligence Quotient” (IQ), sedangkan pikiran emosional digerakkan oleh emosi.
          3. Kecerdasan Spiritual (SQ)
          Selain IQ, dan EQ, di beberapa tahun terakhir juga berkembang kecerdasan spiritual (SQ = Spritual Quotiens). Tepatnya di tahun 2000, dalam bukunya berjudul ”Spiritual Intelligence : the Ultimate Intellegence, Danah Zohar dan Ian Marshall mengklaim bahwa SQ adalah inti dari segala intelejensia. Kecerdasan ini digunakan untuk menyelesaikan masalah kaidah dan nilai-nilai spiritual. Dengan adanya kecerdasan ini, akan membawa seseorang untuk mencapai kebahagiaan hakikinya. Karena adanya kepercayaan di dalam dirinya, dan juga bisa melihat apa potensi dalam dirinya. Karena setiap manusia pasti mempunyai kelebihan dan juga ada kekurangannya. Intinya, bagaimana kita bisa melihat hal itu. Intelejensia spiritual membawa seseorang untuk dapat menyeimbangkan pekerjaan dan keluarga, dan tentu saja dengan Sang Maha Pencipta.

          7). Langkah-langkah strategis untuk menuju Responsibilitas atau Three fundamental conditions of value-etics:
          v  Tujuan dan Metode Filsafat Moral Tujuan paling dasar dari filsafat moral, dan begitu juga Tanah, adalah, dalam pandangan Kant, untuk "mencari" prinsip mendasar dari metafisika moral. Kant mengejar proyek ini melalui dua bab pertama dari Tanah tersebut. Ia melanjutkan dengan menganalisis dan mengelusidasi ide-ide akal sehat tentang moralitas. Titik ini proyek pertama adalah untuk datang dengan sebuah pernyataan yang tepat dari prinsip atau prinsip-prinsip yang biasa semua penilaian moral kita didasarkan.
          v  Good Will Worth, Moral dan Tugas Analisis Kant tentang ide-ide akal sehat dimulai dengan berpikir bahwa satu-satunya hal yang baik tanpa kualifikasi adalah 'akan baik'. Sementara frase "dia berhati baik ',' yang dia baik hati 'dan' dia bermaksud baik 'yang umum, berpikir' akan baik 'sebagaimana Kant itu tidak sama sebagai salah satu dari pengertian-pengertian biasa. Ide akan baik adalah lebih dekat dengan ide 'orang baik', atau, lebih archaically, 'orang niat baik ". Penggunaan istilah 'akan' pada awal menganalisis pemikiran moral biasa pada kenyataannya prefigures kemudian dan lebih diskusi teknis mengenai sifat dari agen rasional.
          v  Tugas dan Menghormati Hukum moral Menurut Kant, apa yang tunggal tentang motivasi oleh kewajiban adalah bahwa hal itu terdiri menghormati kosong untuk keabsahan. Apa yang secara alami datang ke pikiran adalah ini: Tugas diciptakan oleh aturan atau hukum dari beberapa macam. Misalnya, peraturan dari klub berbaring tugas untuk perwiranya. Kota dan negara hukum menetapkan tugas warga negara. Jadi, jika kita melakukan sesuatu karena itu adalah 'kewarganegaraan' kami tugas, atau tugas kita sebagai pramuka 'atau' seorang Amerika yang baik, motivasi kita adalah menghormati kode yang membuat tugas kita. Berpikir kita berkewajiban hanya menghormati hukum-hukum tertentu yang berkaitan dengan kita.
          v  Imperatif kategoris dan hipotetis Kant menyatakan bahwa prinsip mendasar dari tugas moral kita adalah imperatif kategoris. Sangat penting karena itu adalah perintah (misalnya, "Tinggalkan pistol Ambil cannoli..") Lebih tepatnya, hal ini memerintahkan kita untuk latihan kehendak kita dengan cara tertentu, bukan untuk melakukan beberapa tindakan atau lainnya. Hal ini kategoris dalam kebajikan untuk mendaftar ke kita tanpa syarat, atau hanya karena kita memiliki kehendak yang rasional, tanpa referensi untuk setiap tujuan yang kita mungkin atau mungkin tidak. Ini tidak, dengan kata lain, berlaku bagi kita pada kondisi yang kita miliki antecedently mengadopsi beberapa tujuan untuk diri kita sendiri
          8). Perkembangan Ilmu Administrasi Negara, yang dewasa ini mulai lazim disebut Administrasi Publik, sudah demikian pesatnya. Di samping konsep-konsepnya yang makin implementatif dan tidak lagi dikaburkan dengan konsep manajemen, sehingga diharapkan tercipta pelayanan publik yang sesuai dengan harapan masyarakat (pelayanan prima). Disebutkan makin implementatif karena mulai dimanfaatkannya secara sungguh-sungguh berbagai konsep manajemen modern, yang semula berhasil diterapkan dalam dunia swasta/bisnis,kemudian dimodifikasi untuk kepentingan administrasi publik.
          v  Patologi yang timbul karena persepsi dan gaya manajerial para pejabat di lingkungan birokrasi, contohnya :
          ü  Penyalahgunaan wewenang dan jabatan
          ü  Penguburan masalah
          ü  Menerima sogok atau suap
          ü  Pertentangan kepentingan
          ü  kecenderungan mempertahankan status quo / ketakutan pada perubahan
          ü  Arogansi dan intimidasi
          ü  Kredibilitas relatif rendah / nepotisme
          ü  Paranoia dan otoriter astigmatisme
          v  Patologi yang disebabkan karna kurang / rendahnya pengetahuan dan keterampilan para petugas pelaksana berbagai kegiatan operasional. Artinya, rendahnya produktivitas kerja dan mutu pelayanan tidak semata-mata disebabkan oleh tindakan dan perilakuyang disfungsional, tetapi juga karena tingkat pengetahuan dan keteramplan yang tidak sesuai dengan tuntutan tugas yang diemban..

          v  Yang digolongkan dalam melanggar tindakan hukum, antara lain :
          ü  Menerima sogok / suap
          ü  Korupsi, dan
          ü  Tata buku yang tidak benar
          ü  Patologi yang dimanifestasikan dalam perilaku para birokrasi yang bersifat disfungsional / negative, yaitu bertindak sewenang-wenang dan melalaikan tugas.
          ü  Patologi yang merupakan akibat situasi internal dalam berbagai analisis dalam lingkungan pemerintahan.
          v  Pengendalian sosial adalah upaya atau cara yang dilakukan masyarakat untuk menertibkan anggotanya masyarakatnya yang menyimpang, melanggar, atau membangkang terhadap nilai, aturan dan norma. Pengendalian ini dilakukan untuk mencegah munculnya penyimpangan sosial dan penyakit sosial. Pengendalian sosial dilakukan agar masyarakat mau mematuhi aturan dan norma yang berlaku. Di samping itu, pengendalian sosial dimaksudkan agar terwujud keserasian bermsayarakat, tercipta ketertiban dalam kehidupan, memperingatkan para pelaku untuk tidak berperilaku menyimpang dan bertentangan dengan nilai, norma dan aturan. Lalu bagaimana cara pengendalian sosial, bagaimana bentuk pengendalian sosial dan lembaga apa saja yang dapat berperan dalam pengendalian sosial dan merehabilitasi patologi sosial? Untuk dapat menjawab pertanyaan tersebut, cermati uraian berikut ini. Paling tidak ada empat cara untuk pengendalian sosial, yaitu persuasif, koersif, penciptaan situasi yang dapat mengubah sikap dan perilaku, dan penyampaian nilai norma dan aturan secara berulang-ulang.
                    a. Persuasif
          Cara ini dilakukan dengan penekanan pada usaha membimbing atau mengajak berupa anjuran. Contoh, penertiban PKL (Pedagang Kaki Lima) dengan memindahkan ke lokasi- lokasi tertentun yang sudah disiapkan.
            b. Koersif
          Mestinya langkah ini ditempuh setelah langkah persuasif telah dilakukan. Apabila dengan anjuran, bujukan tidak berhasil, tindakan dengan kekerasan bisa dilakukan. Contoh polisi pamong praja, membongkar paksa lapak (termpat berjualan) PKL yang menurut informasi masyarakat sering dialkukan tempat perjudian. Aparat kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap tempat-tempat yang diduga melakukan praktek-praktek perjudian, menangkap bandar judi Togel dan sabung ayam untuk kemudian diproses ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku. Tindakan seperti itu, bertujuan untuk menerapi pelaku agar merasakan sanksi ketika berperilaku menyimpang sehingga ada efek jera yang dirasakan, diharapakan dengan efek tersebut pelaku akan sadar.
          c. Penciptaan Situasi yang Dapat Mengubah Sikap dan Perilaku (kompulsif)
          Pengendalian sosial sangat tepat bila dilakukan dengan menciptakan situasi dan kondisi yang dapat mengubah sikap dan perilaku seseorang. Misalnya, ketika para penjudi melakukan perjudian sabung ayam tanpa mau mengindahkan ketentuan pemerintah, pemerintah, penegak hukum (kepolisian), dan para tokoh agama memberikan sosialisasi berupa himbauan-himbauan secara intensif berupa implikasi negatif terhadap kehidupa individu dan keluarga, melalui media-media efektif seperti radio atau tempat yang efektif (misalnya; balai desa, tempat ibadah, atau datangi rumah warga).
          d. Penyampaian Nilai,
          Norma dan Aturan Secara Berfulang-ulang (vervasi). Pengendalian sosial juga dapat dilakukan dengan cara penyampaian nilai, norma, aturan secara berulang-ulang. Penyampaian inii bisa dengan cara ceramah maupun dengan dibuatkannya papan informasi mengenai aturan, nilai dan norma yang berlaku. Dengan cara demikian diharapkan nilai, norma dan aturan dipahami dan melekat pada diri individu anggota masyarakat. Metode lain yang dapat dilakukakan, untuk mengendalikan dan mencegah penyakit atau penyimpangan sosial, maka bentuk-bentuk pengendalian sosial dapat dilakukan melalui cara-cara; menolak perilaku tersebut, teguran, pendidikan, agama, pengucilan, dan meminta pihak lain menanganinya
          v  pertama betapa administrasi publik kita masih kerap bersifat elitis, otoriter, paternalistik, serta menjauh dari atau jauh dari masyarakat dan lingkungannya. Bahwa keberadaan birokrasi belum menyatu dalam kehidupan masyarakat dan belum mengakomodir kolektifitas atau partisipasi semua unsur dalam agenda birokrasi.
          Kedua, birokrasi kita kekurangan sumber daya manusia (dalam hal kualitas) untuk menyelenggarakan pembangunan dan over (berlebih) dalam segi kuantitas.
          Ketiga, birokrasi kita masih lebih berorientasi kepada kemanfaatan pribadi ketimbang kepentingan masyarakat. Telah menjadi sebuah realitas yang berkepanjangan. Bahwa mental dan kultur birokrasi kita masih berazas manfaat pribadi atau kelompok serta sangat pragmatis dan mengabaikan kehendak rakyat. Kenyataan ini dekat dengan kita, di mana para birokrat kita begitu kaya-kaya atau sejahtera secara materiil secara tidak layak bila dibandingkan gaji yang ditetapkan.
          Keempat, birokrasi kita sering mengutamakan formalitas daripada substansi. Bahwa banyak penyelenggaraan birokrasi kita dalam melaksanakan pembangunan hanya bersifat sekedar tanpa mengoptimalkan sisi esensi, manfaat dan dampak positifnya jauh ke depan. Serta sering bersifat seremonial.
          Kelima, birokrasi kita masih asik dengan jalannya sendiri tanpa mengperhitungkan atau mengakomodir aspirasi rakyat. Birokrasi kita, khususnya di daerah, masih jauh dari pengawasan yang seyogianya. Artinya, lepas dari proses politik dan pengawasan publik secara kuat.
          9). Apakah etika, dan apakah etika profesi itu ? Kata etik (atau etika) berasal dari kata ethos (bahasa Yunani) yang berarti karakter, watak  kesusilaan atau adat.  Sebagai suatu subyek, etika akan berkaitan dengan konsep yang dimilki oleh individu ataupun kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau benar, buruk atau baik. Menurut Martin (1993), etika didefinisikan sebagai  “the discpline which can act as the performance index or reference for our control system”.  Dengan demikian, etika akan memberikan semacam batasan maupun standar yang akan mengatur pergaulan manusia di dalam kelompok sosialnya.  Dalam pengertiannya yang secara khusus dikaitkan dengan seni pergaulan manusia, etika ini kemudian dirupakan dalam bentuk aturan (code) tertulis yang secara sistematik sengaja dibuat berdasarkan prinsip-prinsip moral yang ada dan pada saat yang dibutuhkan akan bisa difungsikan sebagai alat untuk menghakimi segala macam tindakan yang secara logika-rasional umum (common sense) dinilai menyimpang dari kode etik.  Dengan demikian etika adalah refleksi dari apa yang disebut dengan “self control”, karena segala sesuatunya dibuat dan diterapkan dari dan untuk kepenringan kelompok sosial (profesi) itu sendiri.
          Selanjutnya, karena kelompok profesional merupakan  kelompok yang berkeahlian dan berkemahiran yang diperoleh melalui proses pendidikan dan pelatihan yang berkualitas dan berstandar tinggi yang dalam menerapkan semua keahlian dan kemahirannya yang tinggi itu hanya dapat dikontrol dan dinilai dari dalam oleh rekan sejawat, sesama profesi sendiri.  Kehadiran organisasi profesi dengan perangkat “built-in mechanism” berupa kode etik profesi dalam hal ini jelas akan diperlukan untuk menjaga martabat serta kehormatan profesi, dan disisi lain melindungi masyarakat dari segala bentuk penyimpangan maupun penyalah gunaan kehlian (Wignjosoebroto, 1999). 
          Oleh karena itu dapatlah disimpulkan bahwa sebuah profesi hanya dapat memperoleh kepercayaan dari masyarakat, bilamana dalam diri para elit profesional tersebut ada kesadaran kuat untuk mengindahkan etika profesi pada saat mereka ingin memberikan  jasa keahlian profesi kepada masyarakat yang memerlukannya.  Tanpa etika profesi, apa yang semual dikenal sebagai sebuah profesi yang terhormat akan segera jatuh terdegradasi menjadi sebuah pekerjaan pencarian nafkah biasa (okupasi) yang sedikitpun tidak diwarnai dengan nilai-nilai idealisme dan ujung-ujungnya akan berakhir dengan tidak-adanya lagi respek maupun kepercayaan yang pantas diberikan kepada para elite profesional ini.
          Ada dua macam etika yang harus kita pahami bersama dalam menentukan baik dan buruk:
          1. ETIKA DESKRIPTIF, yaitu etika yang berusaha meneropong secara kritis dan  rasional sikap dan prilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam  hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai.  Etika deskriptif memberikan fakta  sebagai dasar untuk mengambil keputusan tentang prilaku atau sikap yang mau diambil.
          2.  ETIKA NORMATIF, yaitu etika yang berusaha menetapkan berbagai sikap dan pola prilaku ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai.  Etika normatif memberi penilaian sekaligus memberi norma sebagai dasar dan kerangka tindakan yang akan diputuskan.
          10). Pengertian yang salah tentang pelayanan dapat mengakibatkan hasil pelayanan yang asal-asalan. Pelayanan yang benar harus menuntut standard yang profesional, karena apa yang kita lakukan adalah untuk Tuhan, dan untuk suatu hasil yang bersifat kekal. Jika untuk usaha duniawi yang fana saja manusia mau melakukannya dengan baik, lebih- lebih lagi untuk hal yang rohani, untuk Tuhan. Kita harus melakukannya dengan lebih baik lagi.
          A. Komponen dalam Administrasi
          Komponen-komponen umum yang termasuk dalam administrasi yang efektif adalah:
          • Planning / Rencana / Program Kerja Bagian penting dalam penyelenggaraan administrasi adalah harus ada program kerja yang dibuat sesuai dengan keputusan rapat tentang apa yang akan menjadi tujuan untuk dikerjakan (untuk jangka waktu tertentu).
          • Organisasi  Perlu ada pengaturan otoritas dan tugas sehingga pekerjaan bisa dilaksanakan dengan tepat oleh orang yang tepat dengan cara yang bertanggungjawab.
          • Pendelegasian Pembagian tugas harus dilakukan mengingat bahwa setiap orang mempunyai keahlian/ketrampilan yang berbeda dengan orang lain.
          • Personel / Staf Harus ada cukup orang untuk melakukan tugas-tugas yang sudah direncanakan, oleh karena itu perlu ada pertanggungjawaban dari masing-masing orang yang terlibat didalamnya
          • Koordinasi Tugas-tugas yang tidak dikoordinasi dengan baik akan menyebabkan pekerjaan yang tumpang tindih sehingga menghasilkan kerja yang tidak efektif dan efisien.
          • Pelaporan Pertanggungjawaban dari setiap bagian perlu dilakukan agar dapat diketahui hasil yang dicapai dan kegagalan-kegagalan yang terjadi sehingga dapat diusahakan perbaikan-perbaikan yang perlu diadakan di masa yang akan datang.
          • Budget Memprediksi jumlah keuangan yang dibutuhkan, dan yang mampu didapatkan, dan yang mampu dipertanggungjawabkan adalah sangat penting untuk menentukan seberapa jauh program kerja dapat dilaksanakan supaya tidak macet di tengah jalan.
          B. Prinsip-prinsip Administrasi
          Sekalipun administrasi penting untuk menjadi sarana kesuksesan penyelenggaraan Sekolah Minggu, namun perlu diingat bahwa administrasi bukanlah segala-galanya. Sekolah Minggu yang menjadikan administrasi sebagai tujuan utama akan menjadikan Sekolah Minggunya perlahan-lahan kehilangan kegairahan dan akhirnya akan mati. Oleh karena itu kita harus ingat bahwa kerapian sistem administrasi tidak sama dengan kedewasaan rohani. Banyak Sekolah Minggu yang administrasinya rapi tapi tidak ada semangat; kehidupan rohani di dalamnya mati. Tapi sebaliknya ada Sekolah Minggu yang administrasinya kacau tapi semangatnya menyala-nyala. Sekolah Minggu seperti ini akan membuang banyak tenaga karena tidak efisien, sehingga lama-lama pelaksananya akan mati kecapaian sebelum tugas selesai dijalankan. Nah, anda sebagai guru Sekolah Minggu yang bijaksana harus bisa memberi keseimbangan antara keduanya.